Tak lama kemudian banyak penumpang yang naik sehingga duduknya berdesak - desakkan.
Maka sang suami dengan spontan dan keras mengatakan pada sang istri "Bu, angkatlah kakimu, kumasukkan telurku ". Mendengar hal itu seluruh isi penumpang tertawa.
Ni beberapa karakteristik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi seorang perokok.
Sory guy’s……bukan nyinggung lho….
Konon ceritanya ada sorang alim yang punya hobi merokok. Tapi karena kasih sanyak dan amal yang dimiliki, maka orang alim tersebut di ampuni dosa-dosanya, dan masuklah ia ke dalam surga.
Cuman di surga, orang alim tersebut makin hari makin resah. Kemudia di panggilah malaikat penjaga surga: “Ooom Malaikat, kalau di surga kan saya boleh minta apa saja, saya minta rokok dhonk? Kayaknya mulut saya dah asem rasanya, kan dah lama ga ngrokok”.
Malaikatpun langsung menediakan rokok dengan berbagai cita rasa, sesuai dengan permintaan Si alim tadi. Dengan suka citanya karena permintaannya telah dipenuhi, Si alim tadi pun mulai membuka kemasannya, mencium, dan mengambil sebagang…..lalu siap di hisap. Tapi………kayaknya da yang kurang….kemudian dipanggilah Malaikat “Ooom Malaikat, apinya mana??!
Dan Malaikatpun berkata “Apinya da di neraka”, Si Alim ?!#$&?!!%…….astagfirullahaladim……”
Alkisah, da seorng ustad di Bogor sedang memberikan ceramah pada pada para pemuda di bulan Ramadhan. Suatu saat sang ustadz membahas soal rokok juga.
“Kalaian hai para pemuda harapan bangsa jangan mulai ikut-ikutan merokok. Itu perbuatan sia-sia, bakar-bakar uang saja, dan merusak kesehatan. Untuk apa merokok? Biar di katakan jantan?” kata sang ustadz berapi-api.
“Sini biar saya kasih tau. Coba kalian liat tu banci-banci yang da di sekitar Tugu Kujang, semuanya merokok. Mana ada merokok tu jantan. Itu kelakuan para banci!” Pemuda “!#$%&*!???!!”
Kenapa sih cewek koq sekarang ini susah banget dapet cowok?
Just kiding man………..
Seorang warga negara Indonesia meninggal dan karena dosanya berjibun dia dikirim ke neraka. Di Neraka dia mendapatkan kenyataan bahwa ada bermacam-macam neraka, yang diberi nama sesuai dengan nama negara yang ada di dunia.
Tapi orang Indonesia sialan yang penuh dosa itu diperbolehkan memilih neraka mana pun yang dia sukai untuk menjalani azab.
Pertama dia datang ke neraka orang Jerman dan bertanya, “Kalian ngapain aja di sini?”
Orang di situ menjawab, “Pertama-tama, kita didudukkan di kursi listrik selama satu jam. Lalu kemudian ada yang membaringkan kita di atas ranjang paku selama satu jam lagi. Setelah itu, setan Jerman muncul dan memecut kami sepanjang sisa hari.”
Karena kedengarannya agak berat, orang Indonesia itu pergi ke neraka yang lain. Dia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka Amerika Serikat, Inggeris, Hong Kong, Singapura, dan neraka Rusia. Hampir semua neraka dia datangi, dan dia berkesimpulan bahwa semua neraka itu kurang-lebih sama saja dengan neraka Jerman.
Akhirnya ia tiba di neraka Indonesia, dan melihat antrean orang panjaaaaaaang sekali. Anehnya, orang yang antre itu terdiri dari berbagai bangsa: Amerika, Hongaria, Yahudi, Cina, India, Turki, Iran, Arab dan juga Negro dari Afrika. Mereka menunggu giliran untuk masuk dengan sabar. Si Indonesia tadi heran dan bertanya, “Apa yang dilakukan di sini?”
Seseorang dalam antrean dengan wajah berseri-seri menjawab, “Pertama-tama, ada yang mendudukkan kita di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu ada yang membaringkan kita di atas ranjang paku selama satu jam lagi. Lalu sesudah itu setan Indonesia pun muncul. Dia ditugasi memecut kita selama sisa hari.”
“Lha, persis sama dengan neraka-neraka yang lain. Kenapa kalian begitu bodohnya, antre begitu lama untuk masuk? Ke neraka yang lain saja, kan tak perlu antre?!”
“Di sini,” kata orang di dalam antrean tadi, “pemeliharaan begitu buruknya. Kursi listriknya nggak ada strumnya, karena sudah rusak dan nggak diperbaiki. Paku-paku di ranjang tempat kita dibaringkan sudah pada hilang dicuri orang. Setannya adalah mantan pegawai negeri. Jadi, mereka cuma datang, tandatangani absen, pegangpegang pecut, lalu pergi ke kantin ngobrol dan ngerokok di situ.”
Sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang cukup berumur memiliki 3 menteri yaitu menteri Keuangan, menteri pertanian dan menteri pembangunan. Suatu ketika, dia memanggil ketiga menterinya untuk menanyakan sudah sejauh mana perkembangan tentang proyek yang mereka pimpin. Pertama raja bertanya kepada menteri keuangan: Raja: “Hai menteri, apa yang sudah kamu lakukan….?” Menteri Keuangan: “Saya sudah melakukan cek terhadap semua isi tabungan kerajaan dan kas kerajaan minus tapi Paduka jangan kuatir kas Paduka selalu bertambah…….” Raja: “Bagus, kalau kamu menteri pertanian?” Menteri Pertanian: “Saya ada 3 proyek perternakan, yang pertama sapi biasa…..dan semua menghasilkan…tanpa ada kerugian dan pengeluaran……,” Raja: “Bagaimana mungkin???” Menteri Pertanian: “Saya beri makan rumput liar kan gratis…….., yang kedua sapi impor……. ini sangat menghasilkan semua serba impor………, makannya rumput impor…….., susu impor, keju impor sampai air mandinya pun harus diimpor……..”, Raja: “Kamu gagal…..!” Menteri Pertanian: “Tapi masih ada yang mulia…. proyek ketiga….. sangat luar biasa…. semua sapi gemuk dengan biaya pengeluaran yang cukup murah…….” Raja: “Benarkah?” Menteri Pertanian: “Setiap sapi saya beri uang Rp5.000,- terserah mereka mau makan apa. Beres!”
Kemudian Raja bertanya kepada Menteri Pembangunan……. Menteri Pembangunan: “Semua adil dan merata Paduka… semua proyek pembangunan berjalan lancar….. Proyek pertama saya beri ke anak sulung Paduka dan Proyek kedua saya beri ke anak bungsu
Paduka.” Raja: “Bagus tapi kamu bodoh, seharusnya kamu berpikir………. mereka kan sudah dapat warisan dari raja…….. seharusnya kamu beri ke cucu saya….. kan belum ada hartanya….”
Just kiding man……..
Pada perang dunia ke dua, tiga pesawat Belanda jatuh di Kalimantan. Ketiga
pilot itupun akhirnya disandera oleh warga setempat yang ternyata adalah
orang Dayak. Kebetulan orang2 dayak tersebut adalah ‘head hunter’ dan
sekaligus kanibal. Mengetahui hal tersebut, ketiga pilot yg takut
tersebut memohon agar tidak dibunuh.
Maka kepala suku setempat berkata, ‘Kalo kamu semua masih mau hidup,
kalian harus pergi ke hutan dan bawa kembali SEPULUH buah yg jenisnya
sama. Tapi kalian hanya mendapatkan waktu tiga jam!’ Dengan sangat cepat
ketiga pilot itupun akhirnya lari ke hutan untuk mencari buah-buahan.
Setelah dua jam pilot pertama pun akhirnya datang membawa sepuluh buah
apel. Kepala Suku: Baik kamu telah membawa 10 buah apel. Sekarang masukkan
semua apel itu melalui lobang pantat kamu satu persatu. Kalau kamu
merintih, atau membuat suara, kamu akan saya potong-potong jadi sate!!
Dengan perlahan-lahan sang pilot mencoba memasukkan apel pertama tanpa
merintih. Dengan penuh perjuangan dan ketahanan akhirnya apel pertama
bisa dia masukkan. Namun di apel yg ke dua ia tidak bisa menahan sakit
dari ng-ngnya, dan seraya merintih. Dengan kejam sang kepala suku
memenggal kepala sg pilot. Maka naiklah ia ke surga.
Pilot kedua datang membawa 10 buah lengkeng. Dan kepala suku memeberikan
instruksi yg sama kepada sang pilot. Dalam hati, ‘Yah kalo lengkeng sih
gampang!’
Dan memang betul. Satu lengkeng masuk, dua lengkeng, tiga
lengkeng……..tapi pada saat ia memasukkan lengkeng yg ke sepuluh sang
kepala suku tiba2 memotong kepalanya.
Saat pilot 2 naik ke surga ia bertemu dengan pilot 1.
Pilot 2: Wah kamu mati juga ya?
Pilot 1: Iya aku bawa apel sih. Kan sakit! Sialan itu kepala suku,
syaratnya berat banget! Trus kamu bawa buah apa?
Pilot 2: Lengkeng.
Pilot 1: Lengkeng? Itu kan gampang, kecil, gak sakit lagi!
Pilot 2: Emang betul. Semua lengkeng hampir aku masukkan semua ke dalam
lobang pantat. Tapi ya itu, tiba2 aku tertawa dan semua lengkeng yg aku
sudah masukkan keluar semua…..
Pilot 1: Bego kamu! Kog ketawa?
Pilot 2: Habis pas mau masukin lengkeng no.10 aku liat Pilot 3 bawa DUREN!
Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-35 dan mood-ku tidak terlalu baik pada pagi itu.
Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita “Selamat Ulang Tahun suamiku tersayang!†dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalau hari ini aku berulang tahun.
Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.
Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku “Selamat pagi Boss, Selamat Ulang Tahun!â€
Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku.
Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata, “Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah di luar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi makan siang, hanya kita berduaâ€.
Aku berkata “Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergiâ€.
Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ke tempat di mana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi. Kami memesan 2 botol martiny dan sangat menikmati makan siang kami.
Dalam perjalanan pulang ke kantor, dia berkata, “Anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan?â€
“Tidak perlu, saya pikir tidak perlu.†jawabku.
Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.
Setelah tiba di apartemennya, dia berkata, “Boss, jika Anda tidak keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyamanâ€.
Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi ke kamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anakku dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.
Aku hanya duduk terpaku di sana…
Di sebuah sofa panjang, telanjang tanpa sehelai benang…
Alkisah ada 3 orang saudara, sebut saja mereka Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi berbulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi ke Pulau Batam, Voni pergi Ke Kepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali.
Namanya orang Tua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua Orang Tua mereka minta dikirim kabar tentang segala yang terjadi selama mereka berbulan madu.
Tapi agar berita yang dikirim singkat dan tidak terlalu Vulgar, mereka menggunakan Kode/Sandi tentang moto-moto Iklan. Supaya praktis dan murah, berita dikirim lewat SMS.
3 hari setelah kepergian anak mereka berbulan madu, diterimalah sebuah SMS… yang rupanya dari VIRA di Pulau Batam. Isi beritanya cukup sederhana, “STANDARD CHARTERED”. Setelah membaca berita tersebut mereka mencari Iklan Standard Chartered di koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi, “BESAR, KUAT dan BERSAHABAT!”.
Tersenyumlah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira. Hari ke 4 datang SMS kedua, yang rupanya berasal dari Voni di Kepulauan Seribu. Isi beritanya juga cukup singkat yaitu, “NESCAFE”. Setelah membaca surat tersebut, dengan tergesa-gesa kedua orang tua mereka mencari koran dan membaca Iklan NESCAFE yang berbunyi, “NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR”.
Maka kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit haha.. hihi.. Hari ke 5 ditunggu tidak ada berita/SMS yang datang. Hari ke 6 begitu pula tidak ada sebuah SMS pun. Hari ke 7 begitu pula tidak ada kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang berbulan Madu…
Memasuki hari ke 8… akhirnya kedua orangtua mereka menerima SMS juga dari Veni yang berbulan madu di Bali dan isi beritanya cukup singkat, “CATHAY PASIFIC”.
Segera kedua orang tua mereka mencari Iklan penerbangan Cathay Pasific yang ada dikoran, dan dijumpailah iklan penerbangan dengan tulisan besar, “7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP”.
Endrin menemui dokter spesialis kelamin untuk berkonsultasi soal keluhannya. “Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa yah?”
“Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku,” jawab dokter bersahaja.
Endrin langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil 2B. Melihat ‘barang’ yang hanya seadanya itu, dokter tak kuat menahan tawanya… dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai.
Kira-kira lima menit, baru dia dapat mengendalikan emosinya. “Maaf Mas. Hhh.. hh.. Saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. Nah, sekarang masalah Saudara apa?” kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya.
“Janji Dok ya, dokter tidak akan tertawa lagi,” pinta Endrin.
Karena merasa sudah mengingkari janji pada pasiennya, sang Dokter kembali berjanji di depan Endrin, “Baiklah saya tidak akan tertawa, kalau tertawa kamu boleh pukul saya!”
Endrin mulai ngomong dengan nada sedih, “Begini Dok, burung saya sudah tiga hari ini bengkak kayak begini…”
Dokter : “HUAAAAAAAAAA…HA..HA..HA..HA..HA..HA..HA..HI…H I..HI..HI”
Endrin :”Buk…Bux, buk”.