BUDAYAKAN DAN BIASAKAN KOMENT... Yah Setelah Membaca, !!!.,.,...^_^...

BUDAYAKAN DAN BIASAKAN KOMENT... Yah Setelah Membaca, !!!.,.,...^_^...

Kamis, 22 April 2010

Teknik Dasar Pembuatan Salep


Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. ( FI III Hal 33 )

Salep adalah sediaan setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lendir. (FI IV )

ATURAN UMUM PEMBUATAN SALEP

1. Bagian – bagian yang dapat larut dalam sejumlah campuran lemak yamg diperuntukkan bilamana perlu dilarutkan dengan pemanasan di dalamnya.

2. Zat-zat yang mudah larut dalam air kecuali ditentukan lain ,bila banyak nya air yang dipergunakan untuk pelarutan dapat dipungut oleh jumlah campuran lemak yang telah ditentukan, mula-mula dilarutkan dalam air; banyaknya air yang dipergunakan mula-mula dikurangi dari jumlah yang telah ditentukan dari campuran lemak.

3. Zat-zat yang dalam lemak dan dalam air atau kurang cukup dapat larut harus sebelumnya dijadikan serbuk, dan diayak melalui dasar ayakan B40. Pada pembuatan unguenta ini zat yang padat sebelumnya dicampur rata dengan lemak, yang beratnya sama atau setengahnya,bilamana perlu sebelumnya dilelehkan dan kemudian sejumlah sisa lemaknya telah atau tidak dilelehkan ditambahkan sebagian demi sebagian.

4. Apabila unguenta dibuat dengan perlelehan, maka campurannya harus diaduk sampai dingin.

BERDASARKAN KOMPOSISI DASAR SALEP DAPAT DIGOLONGKAN SEBAGAI BERIKUT
Dasar salep hidrokarbon,yaitu terdiri dari antara lain:
Vaselin putih,Vaselin kuning
Campuran Vaselin dengan malam putih, malam kuning
Parafin encer, Parafin padat
Minyak tumbuh-tumbuhan
Dasar salep serap,yaitu dapat menyerap air terdiri antara lain:

· Adeps lanae

· Unguentum Simplex

Campuran 30 bagian malam kuning dan 70 bagian minyak wijen

· Hydrophilic petrolatum

86 Vaselin Alba,8 Cera Alba,3 Stearyl alcohol, dan 3 kolesterol.

(IMO,hal 52-53)

ZAT-ZAT YANG DAPAT DILARUTKAN DALAM DASAR SALEP

Umumnya kelarutan obat dalam minyak lemak lebih besar daripada dalam vaselin.

Champora, Mentholum, Phenolum, Thymolum dan Guayacolum lebih mudah dilarutkan dengan cara digerus dalam mortir dengan minyak lemak. Bila dasar salep mengandung vaselin, maka zat-zat tersebut digerus halus dan tambahkan sebagian (+ sama banyak) Vaselin sampai homogen, baru ditambahkan sisa vaselin dan bagian dasar salep yang lain.

Champora dapat dihaluskan dengan tambahan Spiritus fortior atau eter secukupnya sampai larut setelah itu ditambahkan dasar salep sedikit demi sedikit, diaduk sampai spiritus fortiornya menguap.

Bila zat-zat tersebut bersama-sama dalam salep, lebih mudah dicampur dan digerus dulu biar meleleh baru ditambahkan dasar salep sedikit demi sedikit.

(IMO,hal 55)

ZAT-ZAT YANG MUDAH LARUT DALAM AIR

Bila masa salep mengandung air dan obatnya dapat larut dalam air yang tersedia maka obatnya dilarutkan dulu dalam sebagian dulu dalam air dan dicampur dengan bagian dasar salep yang dapat menyerap air, setelah seluruh obat dalam air terserap, baru ditambahkan bagian-bagian lain dasar salep, digerus dan diaduk hingga homogen.

Dasar salep yang dapat menyerap air antara lain ialah Adeps lanae, Unguentum Simplex, hydrophilic ointment. Dan dasar salep yang sudah mengandung air antara lain Lanoline (25% air), Unguentum Leniens (25%), Unguentum Cetylicum hydrosum (40%).

(IMO, hal 57)

ZAT-ZAT YANG KURANG LARUT ATAU TIDAK LARUT DALAM DASAR SALEP

Zat-zat ini diserbukkan dulu dengan derajat halus serbuk pengayak no.100. setelah itu serbuk dicampur baik-baik dengan sama berat masa salep, atau dengan salah satu bahan dasar salep. Bila perlu bahan dasar salep tersebut dilelehkan terlebih dahulu, setelah itu sisa bahan-bahan yang lainditambahkan sedikit demi sedikit sambil digerus dan diaduk hingga homogen. Untuk pencegahan pengkristalan pada waktu pendinginan, seperti Cera flava, Cera alba, Cetylalcoholum dan Paraffinum solidum tidak tersisa dari dasar salep yang cair atau lunak.

(IMO,hal 59)

BAHAN YANG DITAMBAHKAN TERAKHIR PADA SUATU MASSA SALEP

Balsem-balsem dan minyak atsiri, balsam merupakan campuran dari damar dan minyak atsiri, jika digerus terlalu lama akan keluar damarnya sedangkan minyak atsirinya akan menguap.

(Ilmu Resep Teori,hal 48)

KUALITAS SALEP YANG BAIK ADALAH
Stabil, selama dipakai harus bebas dari inkompatibilitas, tidak terpengaruh oleh suhu dan kelembaban kamar.
Lunak,semua zat yang ada dalam salep harus dalam keadaan halus, dan seluruh produk harus lunak dan homogen.
Mudah dipakai atau mudah dioleskan.
Dasar salep yang cocok.
Dapat terdistribusi merat (Ilmu Resep Teori, hal 42)


DAFTAR PUSTAKA

Anief, M. 1987. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: UGM Press

Anonim.Farmakope Indonesia ed III.DEPKES RI:Jakarta

Anonim.Farmakope Indonesia ed IV.DEPKES RI:Jakarta

Anonim.Ilmu Resep dan Teori.DEPKES RI

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

2 Comments:

Arief yusuf said...

saya punya kayu ajaib yg bisa sembuhkan luka dgn cepat, cm selama ini penggunaanya dijdkan bubuk dulu, kalau semisal sy mo jadiin salep, ada ga ya lembaga khusus, yg bisa fasilitasi pembuatan salep tsb, trus berapa biayanya ?

Sin_Chronos said...

Sob email ane aja ke chronossin@gmail.com
kita sharing aja...

Poskan Komentar

confused.....???

Photobucket
bagi tmen2 yang masih kurang mengerti atau mau sharing silahkan d.coment aja langsung ya....atau kirim email ajah ke sin_chronos@yahoo.com..atau lagi..maen kefacebook aQ..thx b.4..hehehehehe..^_^.,
 

Home

my data farmasi Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha